Brasil juga terkenal dengan taktik empat bek mereka

Brasil juga terkenal dengan taktik empat bek mereka – Selain bisa naik dan turun di sisi sayap dengan cepat, salah satu tugas utama seorang wing-back adalah memberikan umpan-umpan silang ke dalam kotak atau menekan hingga garis depan.

Namun, seorang wing-back juga wajib memiliki atribut pertahanan yang mumpuni, seperti kemampuan tekel dan penempatan posisi yang baik – tahu kapan harus turun atau naik ke depan pada waktu yang tepat.

Meski biasanya wing-back jamak digunakan dalam formasi 3-5-2 atau 3-4-3 yang biasa diterapkan oleh Antonio Conte, mereka juga bisa dimainkan dalam sistem empat bek, dalam formasi 4-4-2 atau 4-3-3 misalnya, ayo tonton nobartv live streaming.

Juara Liga Primer Inggris 2019/20, Liverpool asuhan Jurgen Klopp menerapkan formasi 4-3-3, namun kedua full-back mereka, Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson mendapat instruksi untuk menekan jauh ke depan sehingga secara efektif mereka berperan sebagai wing-back.

Terbukti dari statistik, Alexander-Arnold dan Robertson membuat kombinasi 25 gol untuk The Reds dalam perjalanan mereka meraih gelar juara, selain juga mengemas enam gol di antara keduanya.

Brasil juga terkenal dengan taktik empat bek mereka yang memakai peran dua full-back agresif – yang pada dasarnya bermain sebagai wing-back – dalam diri Roberto Carlos dan Cafu ketika sukses menjuarai Piala Dunia 2002.

Full-back dan wing-back beroperasi di sisi lapangan yang kurang lebih sama, namun ada beberapa perbedaan mendasar di antara kedua peran tersebut dalam sebuah sistem permainan.

Perbedaan utamanya adalah wing-back lebih memiliki banyak kebebasan untuk menyerang, sedangkan full-back lebih menekankan aspek bertahan.

Full-back memang bisa maju untuk membantu serangan tim pada kesempatan tertentu, namun wing-back lebih diharapkan untuk sering membantu serangan dari lebar lapangan.